23 November 2012

Senyum itu untuk siapa lagi?




perlahan ku lihat punggungmu semakin menjauh dan menjauh, sesekali kamu menoleh ke arahku
memastikan aku masih berdiri tegak melepas kepergianmu
sesekali kamu menoleh lagi ke arahku, seakan bertanya “apakah dia akan berlari ke arahku, dan meminta aku untuk tetap tinggal?”
senyuman yang diiringi lambaian tangan itu seakan memberi isyarat bahwa itu adalah kenang-kenangan terakhir dari kamu
senyuman yang diiringi lambaian tangan itu seakan membuat  janji bahwa nanti suatu saat aku dan kamu harus bertemu lagi di suatu tempat
entah aku yang menyusulmu atau kamu yang kembali kesini
aku melihat warna gelap di bawah matamu, sepertinya air matamu telah habis saat menangis malam tadi
menangisi perpisahan?mungkin
setiap orang pasti benci dengan perpisahan
begitu juga dengan aku
takut kesepian, takut kedinginan, takut tak ada yang menghangatkan
tak ingin hanya bertemu dalam bunga mimpi, tak ingin di yakinkan hanya dengan sebuah pesan singkat atau suara dari kejauhan
aku juga ingin ikut melangkah bersamamu, tapi kamu berjalan terlalu cepat sedangkan aku baru memulai dengan langkah kecil
ada harapan untuk bisa menyusulmu, walau mungkin memang lama
tapi sepertinya langkah ini terlalu kecil sehingga begitu lama untuk bisa menyusul kamu yang telah lama pergi
mungkin kamu bosan menunggu? Mungkin
aku juga tak pernah bertanya, kamu juga tak pernah memberitahuku
hanya menerka-nerka

“senyum itu untuk siapa lagi?”
pertanyaan itu mulai sering bermunculan di otakku, seakan tak yakin kamu masih menungguku
“senyum itu untuk siapa lagi?”
saat kita dipisahkan oleh jarak, pertanyaan itu wajar terlontar dari mulut ini
“senyum itu untuk siapa lagi?”
di setiap aku hanya bisa melihat kamu tersenyum di sudut meja belajar di dalam sebuah bingkai pink berhiaskan patung winie the pooh
“senyum itu untuk siapa lagi?”
disaat tak pernah lagi mendapatkan ucapan selamat tidur dari sebuah pesan singkat

senyum itu untuk siapa lagi?

23 komentar:

  1. Untuk siapa ya?
    Msh tetap utk kmu kyknya zi, ckck
    btw kata2nya bgus bgt, blajar dmana? Ajarin lah.

    BalasHapus
  2. gue bingung banyak kata tersirat....

    BalasHapus
  3. Senyumnya untuk aku aja..
    Hohohoho

    Bagus kata-katanya <3

    BalasHapus
  4. keren diksinya, apalagi pas yang akhir2nya "senyum itu untuk siapa lagi"

    BalasHapus
  5. Bagus ..
    Gue Ъќ pernah kepikiran bikin tulisan sedalem itu ..
    Kereen .. Serius

    BalasHapus
  6. Percayalah.
    Ini hanya perpisahan sementara. Tunggu aku kembali. Kembali menatap bening matamu. Mengucapkan selamat tidur. Dan memberimu senyum setiap saat. Karna tulang rusuk tidak akan pernah tertukar.

    BalasHapus
  7. senyum nya untuk dia..dia yang mengerti..dia yang beda..dia yang di sana..

    wkwkwk...mungkin dia pergi untuk seketika...

    BalasHapus
  8. ciee cieee, hayo senyumnya buat syapa itu, buat ayam gwe boleh gak hehehe

    BalasHapus
  9. Senyum untuk semua orang yang membutuhkan senyuman :D

    Wahai kasih jangan tinggalkan aku buat aku tersenyum untuk kamu, aku dan kita. Intinya begitu kelihatannya :D

    BalasHapus
  10. senyum itu ibadah, yah gak papa jadi . .

    BalasHapus
  11. Entah kenapa gue yang udah terbebas dari galau nyesek baca ini ._. untung dah gak mewek -_-
    Bagus kak kata-katanya (y)

    BalasHapus
  12. setiap orang pasti tak mau bertemu dengan hal yang bernama perpisahan. siapapun deh. namun mau tak mau kehidupan selalu memaksa setiap orang untuk bertemu dengan hal tabu tersebut. tapi percayalah dibalik perpisahan pasti akan ada sebuah pertemuan yang nantinya akan membawamu kepada kebahagiaan :)

    BalasHapus
  13. 'senyum itu untuk siap lagi'

    kayaknya penulis curiga kalo si doi selingkuh ya??

    salam kenal ya!!! jangan lupa mampir yok...

    BalasHapus
  14. senyum itu tetap dan akan selalu untukmu :)

    BalasHapus
  15. keren zi..

    sedih juga gue bacanya, mungkin banyak orang yang pernah ngalamin hal yang kayak beginian. apalgi ada potonya dimeja belajar, tiap malam ucapin selamat tidur, dan ngingetin makan. Meskipun semua itu terlihat simple, tapi ga sesimple itu buat dilupa.

    semoga senyum itu masih dan khusu buat lo.

    BalasHapus
  16. Wew, bagus kata-kata.nya, ahli banget ya ngrangkai kata-kata jadi sebagus itu, enak banget buat d pahami, (kenapa enak ? karena gue rada sulit kalau baca kayak gitu.an, gak bisa meresapi, tapi ini engga)

    senyum itu masih buat Elo kayak.nya, iya, gue yakin.

    BalasHapus
  17. senyum itu kayaknya buat sandal jepit di depan mushola hehehe, just kidding,

    GERAKAN ANTI GALAU NASIONAL

    BalasHapus
  18. senyum itu untuk oranglain ya ?? karena ia berhasil melangkah lebih cepat dari langkah yang lo tapaki .

    gawl banget setiap kalimatnya.
    bikinnya gak sambil nangis kan ???

    BalasHapus
  19. hmmm, siapa sih yg pergi???
    perpisahan itu memang trasa menyakitkan..
    yg sabar ya sob...
    msh ada kita2 kok yg selalu tersenyum utk kamu..
    ^_^

    BalasHapus
  20. tuk siapa lagi ya??
    mungkin tuk ssorang yg mmbalas senyum itu..#azzee...

    BalasHapus
  21. dan senyum itu terpisahkan oleh jarak, waktu, dan nasib..

    BalasHapus

  22. Senyum itu untu siapa lagi ???
    Tentu saja untuk kamu, untuk aQ, dan untuk Qt nanti..
    EEaaaa..... 8P

    BalasHapus

Terimaksih sudah membaca, usahain kasih komentar ya ^-^